Tugas dan Tanggung Jawab Istri



1.Menyelesaikan urusan rumah tangga dan menjadi pengimbang suaminya. 

Dalam hal ini harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi. Istri sebagai pengimbang suaminya sehingga dapat mengisi kekosongan di tempat yang tidak mungkin atau tidak bisa dilakukan oleh suaminya dengan demikian pula suami memiliki tugas yang sama. Sebagai contoh, jika kondisinya tidak memungkinkan untuk menyewa tenaga kerja rumah tangga ,sedangkan suami tidak mungkin membantu karena berada di luar rumah untuk mencari nafkah. Maka Jalan satu-satunya harus dikerjakan oleh istri. Namun semua bisa disiasati, yaitu dengan kerjasama ,dan komunikasi antara suami dan istri .Hal ini dilakukan oleh beberapa orang dan terbukti efektif ,bahkan ini bisa membuat suami lebih menghargai anda yang bekerja seharian mengurusi rumah tangga .Sebab ,Dia terlibat langsung di dalamnya dan memahami kesulitan dalam mengerjakannya.

2.Menyiasati antara karier dengan anak dan urusan-urusan rumah tangga.

Yang terpenting adalah hukum keseimbangan. Perempuan karier yang sudah menikah harus mampu menjaga keseimbangan, antara karier ,anak-anak, suami dan rumah tangga. Kewajiban utamanya ialah anak-anak dan suami. Walaupun bekerja, cobalah memprioritaskan hal itu sebab peran istri sebagai ibu, dan istri bagi suaminya, tidak bisa digantikan oleh siapapun. Sedangkan peran mencari penghasilan bisa digantikan oleh suami. Sementara peran mengurus rumah bisa digantikan tenaga pekerja yang digaji.

Formula paling ampuh untuk itu adalah menjalaninya dengan berpikir positif ,dan bergembira ,itu salah satu tips keseimbangan antara karir dan rumah tangga. Menjalankan dua peran sebagai perempuan karir dan ibu rumah tangga tidak mudah. Kita akan dihadapkan pada banyak masalah dengan Keterbatasan waktu dan tenaga. Maka hal yang harus anda pikirkan dan terapkan adalah memiliki time management meminta bantuan keluarga dekat ,menggunakan jasa babysitter, atau pekerja rumah tangga, mengatur cuti untuk anak, menata hati ,meluangkan waktu untuk diri sendiri, membangun reputasi dan relasi di kantor, menampilkan citra diri yang profesional, berdamai dengan keadaan, bahwa rumah tidak harus sempurna, mempertimbangkan tempat kerja yang dekat dari rumah ,membuat kerjasama dengan kerabat dan sahabat, untuk urusan tidak terduga, menitipkan anak childcare yang bisa dipercaya, saling berbagi dengan suami untuk mengasuh anak ,dan hindari pemborosan waktu.

3.Yang harus dilakukan istri agar suaminya lebih dekat dengan anak-anak, jika setelah diarahkan pun selalu tampak canggung berinteraksi dengan anak-anak. 

Perbedaan gender akan menghasilkan cara berkomunikasi yang berbeda pula. Ibu akan lebih lancar berkomunikasi dengan anak-anaknya daripada ayah. Apalagi Waktu mereka dengan anak-anak relatif lebih sedikit. Hal yang harus dilakukan yakni tinggalkan mereka sepakati dan tentukan tanggung jawab individu dan bersama. Berikan waktu kepada suami untuk harus bersama dengan anak-anak lalu tinggalkan mereka. akan lebih baik jika sesekali Anda keluar dari rumah dan meninggalkan anak-anak bersama ayah mereka hal ini menjadi peluang Ayah untuk mengembangkan hubungannya dengan anak-anak melalui gayanya sendiri yang khas dan tidak terkontaminasi arahan-arahan anda. Dengan begini terbentuk  kemitraan yang utuh antara anda dan suami. Dalam peran sebagai orang tua ,kalian bisa berbagi kendali dan tanggung jawab sebagai pasangan suami istri yang harmonis.

4.Menikmati peran sebagai perempuan karier yang hanya memiliki sedikit waktu bertemu dengan anak-anak.

 Terkadang membuat kita(istri) sebagai perempuan karier yang hanya memiliki sedikit waktu bertemu dengan anak-anak, ternyata anak-anak tumbuh di luar dugaan kita, dan kadang  kita kecewa melihat anak -anak tidak memiliki daya juang yang baik. Mereka cenderung manja dan tidak adaptif. 

Dalam hal ini yang harus dilakukan adalah mendidik anak dengan cara kita sendiri, walaupun diasuh oleh neneknya ataupun Baby Sister ,tetapi mereka harus melakukannya dengan cara kita sendiri.Kita harus bisa mengontrol segalanya, walaupun bukan kita yang melakukannya, anak menjadi manja dan kurang daya juangnya, karena pola asuh nenek dan baby sister, segala keperluannya tersedia tanpa melakukannya sendiri. 

Maka komunikasi kita, dengan orang yang mengasuh anak harus lebih intens ,dan efektif. Istri yang mengatur sedangkan pengasuh hanya menjalankan sesuai aturan kita atau istri.Sekalipun anak diasuh oleh nenek, baby Sister atau pekerja rumah tangga, kita(istri) harus tegas. 

Menetapkan peraturan untuk mereka patuhi seperti membiarkan anak belajar mandiri, mandi sendiri, mengambil minum, memakai sepatu, makan dan lain sebagainya, sesuai usia dan kemampuan si anak. Selain itu, walaupun kita perempuan karier, jangan lupa tetap melibatkan diri dengan anak-anak setiap hari. Itu bisa dilakukan pada pagi hari sebelum berangkat dan setelah pulang kerja.

Biasakan memberi mereka sentuhan,berupa pelukan, ciuman,dan perhatian. Jika bisa,maka temani mereka mengerjakan PR, bacakan cerita ketika mereka akan tidur, dan jangan lewatkan moment makan malam bersama. Sesekali, kita bisa menonton bersama atau melakukan kegiatan rekreasi saat liburan.

Tunjukkan bahwa kita sangat sayang, dan perhatian kepada mereka. Ajarkan mereka untuk berusaha meraih yang dicita-citakan,nilai-nilai luhur dari perjuangan, pengorbanan, pertolongan, keramahan, kesopanan, cinta ,dan kasih sayang. 

Perhatikan pula hal yang menjadi bakat dan kesenangan mereka, lalu kembangkan dengan cara kita. Peran-peran seperti ini tidak bisa dilakukan oleh pengasuh.Maka,harus kita yang melakukannya. Mendidik anak merupakan tugas dan tanggung jawab yang tidak boleh di abaikan. Sebab ,ini soal masa depan mereka.

5.Pentingnya mengajarkan pekerjaan rumah tangga kepada anak.

Sebenarnya, pekerjaan rumah tangga bisa dipakai sebagai salah satu kegiatan melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan keakraban antara ibu dan anak.Orang tua dapat melakukannya sambil mengajak anak bermain menikmati pekerjaan tersebut. Ada banyak pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan bersama anak, sehingga orang tua bisa mengobrol dan berbicara dengan anak sembari mengajarinya. Selain itu, melibatkan anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga berdampak positif pada kemandirian dan life skill anak. Misalnya, saat kita mencuci piring, mintalah anak mengeringkan peralatan yang kita cuci dengan kain kering dan menempatkan perabotan itu pada tempatnya, atau sambil menonton TV, kita bisa membawa baju bersih yang sudah dicuci untuk dilipat bersama anak, sambil melatih gerakan motorik anak. Banyak cara yang bisa digunakan. Kita harus melakukannya dengan bahagia, sehingga anak-anak bisa melakukan instruksi kita dengan bahagia pula.

6.Cara mensiasati waktu dan mencurahkan perhatian untuk si buah hati.

Buatlah anak-anak anda merasa istimewa Jangan memberi perhatian terlalu fokus kepada 1 anak Sedangkan yang lainnya juga memiliki hak dan keinginan yang sama atas anda. Sebenarnya anda tetap bisa memberikan perhatian istimewa secara bergantian kepada setiap anak. Misalnya, jika anak 3, maka sesekali Anda boleh mengajak hanya 1 saja, untuk berbelanja bersama. Sedangkan yang lainnya main bersama ayahnya.
Katakan pula, bahwa anak lainnya akan mendapat giliran yang sama, bisa jadi hari ini si sulung, minggu depan anak kedua. Lalu minggu depannya lagi anak bungsu. Buat mereka merasa sangat diistimewakan oleh anda. Sehingga tidak akan Ada kecemburuan di antara mereka. 

Komentar